"PROFIL USAHA AYAM GEPREK"
Latar Belakang
Salah satu olahan makanan yang kini banyak digemari oleh masyarakat Indonesia adalah ayam geprek.Ayam geprek dibuat dari ayam yang telah digoreng krispi yang lalu digeprek menggunakan ulekan sambal dan diberi sambal sesuai level yang dipesan konsumen.
Visi
Mewujudkan kuliner Indonesia sebagai makanan yang di gemari seluruh lapisan masyarakat.
Misi
- Menyediakan menu istimewa dengan cita rasa khas untuk seluruh kalangan pelanggan
- Memperhatikan kualitas produk yang di dukung dengan bahan-bahan pilihan dan proses produksi yang maksimal
- melakukan promosi melalui berbagai media komunikasi
- Membentuk karyawan yang menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab
Analisa Swot Usaha Ayam Geprek
Selain melakukan analisa usaha ayam geprek, dalam menjalankan bisnis ayam geprek ini juga dibutuhkan analisa swot dari usaha bisnis ayam geprek ini.
Strengths (kekuatan)
- Harga makanan di ayam geprek terjangkau untuk kalangan mahasiswa
- Bisa melakukan promosi lewat media sosial juga
- Mengutamakan keramahan pada pelanggan.
- Sesekali memberikan diskon untuk konsumen
Weakness (kelmahan)
- Hanya satu menu dan produk saja yang dikeluarkan oleh ayam geprek
Opportunities (peluang)
- Ayam merupakan lauk yang digemari semua kalangan
- Tempatnya strategis sehingga mudah dicari oleh orang membutuhkan makanan dengan harga terjangkau
- Konsumen menginginkan inovasi dari topping maupun rasa dari ayam geprek ini
Threat (ancaman)
- Banyak pesaing penjual ayam geprek
- Menu yang diinginkan juga lebih dari satu
Asumsi
- Waktu pemakaian etalase selama waktu 4.5 tahun
- Penggunaan panci besar selama waktu 4.5 tahun
- Waktu pemakaian kompor dan gas selama waktu 3.5 tahun
- Masa penggunaan panci selama waktu 3.5 tahun
- Masa penggunaan penghalus bumbu kurang lebih selama waktu 5 tahun
- Masa penggunaan pisau yaitu kira-kira selama waktu 3.5 tahun
- Waktu pemakaian kursi dan meja selama waktu 2.5 tahun
- Masa penggunaan peralatan tambahan selama waktu 3 tahun
Peralatan
- Etalase Rp. 1,850,000
- Panci besar Rp. 400,000
- Kompor dan gas Rp. 300,000
- Wajan Rp. 165,000
- Penghalus bumbu Rp. 260,000
- Spatula Rp. 75,000
- Wajan Rp. 180,000
- Peralatan tambahan Rp. 50,000
- Jumlah Investasi Rp. 4,130,000
Biaya Operasional per Bulan
1. Biaya Tetap
- Penyusutan etalase 1/54 x Rp. 1.850,.000 Rp. 34,259
- Penyusutan panci besar 1/54 x Rp. 400.000 Rp. 7,407
- Penyusutan kompor dan gas 1/42 x Rp. 300.000 Rp. 7,143
- Penyusutan panci 1/42 x Rp. 165.000 Rp. 3,929
- Penyusutan penghalus bumbu 1/60 x Rp. 260.000 Rp. 4,333
- Penyusutan pisau 1/42 x Rp. 75.000 Rp. 1,786
- Penyusutan kursi dan meja 1/30 x Rp. 180.000 Rp. 6,000
- Penyusutan peralatan tambahan 1/36 x Rp. 50.000 Rp. 1,389
- Total Biaya Tetap Rp. 66,246
2. Biaya Variabel
- Daging ayam Rp. 180,000 x 30 = Rp. 5,400,000
- Bumbu Rp. 75,000 x 30 = Rp. 2,250,000
- Lalapan Rp. 25,000 x 30 = Rp. 750,000
- Bahan sambal Rp. 60,000 x 30 = Rp. 1,800,000
- Minyak goreng Rp. 95,000 x 30 = Rp. 2,850,000
- Gas Lpg Rp. 24,000 x 4 = Rp. 96,000
- Biaya listrik Rp. 120,000 x 1 = Rp. 120,000
- Sewa tempat Rp. 500,000 x 1 = Rp. 500,000
- Biaya tambahan lain Rp. 45,000 x 30 = Rp. 1,350,000
- Total Biaya Variabel Rp. 8,886,000
3. Total Biaya Operasional
Biaya tetap + biaya variabel = Rp. 8,952,246
4. Pendapatan per Bulan
Penjualan rata – rata =
22 porsi x Rp. 15,000 = Rp. 330,000
Rp. 330,000 x 30 hr = Rp. 9,900,000
5. Keuntungan per Bulan
Laba = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional
Rp. 9,900,000 – 8,952,246 = Rp. 947,754
6. Lama Balik Modal
Total Investasi / Keuntungan = Rp. 4,130,000 : 947,754 = 4 bln
.jpg)
Komentar
Posting Komentar